PUISI INDONESIAKU 6

TIGA PEREMPUAN SEPI

Ketika ikan menari kita pun menari dalam ruang
sunyi. Menari dalam keriangan tak dimengerti
Seperti perjumpaan dalam mimpi. Katarsis

Hafsah. Bibirmu kembang segala bunga berhambur
mekar. Padamu ingin menjadi nyata sedang malam
mendekap pagi

Ima. Benakmu penuh kata. Tak tertuang pada hotel
berbintang. Sungguh harapan hendak kau genggam

Ci. Sukmamu terbang. Kabut Batu selimuti sepi
Tak  bergeming  pada hadir ilusi. Nyanyimu tanpa
hati

Kita nikmati
Mari kita nikmati

Hotel Arumdalu-Malang, 300804

 

SAJAK PAGI HARI

Pagi itu sungguh indah. Menghantarkan rasa
pada kedekatan yang mimpi. Sekeliling sepi
seperti himne. Gaungnya menebar khidmat;
harum bunga mewangi dalam hati

Takdir ini adalah takdir semesta
Bersandar pada bara yang berpijar
Namun kesombongan jadi bergetar
Bertemu ketika kalbu penuh gemuruh
dan keangkuhan harus luruh…

UGM, 29 April 2003
PENCERAHAN?

Apa yang kau cari? Pada malam gelap
dan alam senyap? Ketika sedan berhenti dan
rasa seperti mati?

Engkau ingin buang jauh semua itu. Matamu pejam;
kenangan liar di jalan. Selusuri pipi selusuri bibir
Jelajahi jiwa gelisah

Terkapar pada ilusi sendiri. Terjatuh di lembah sunyi
Apa yang kau cari? Cahaya kau tinggalkan
sedang pada pekat engkau berbagi

YK, 08 Mei 2003

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: