PUISI INDONESIAKU 2

PENGKHIANATAN 1

Kau torehkan pisau itu di luka yang membiru
bibirku bisu mataku api dan rambutku jadi
lidah naga yang membara
Sampai kini luka itu tak pernah kering di
kulit waktu yang bersisik

Mei 1997

PENGKHIANATAN 2

Benci ini menenggelamkan cinta
menenggelamkan seribu gelora jiwa
cadiknya bergoyang di atas gelombang
air mata. Dan zaman semakin usang
cintapun beruban menuju
titik sepi

Mei 1997

PENGKHIANATAN 3

Sebekas luka menghias kulit dunia
dan patahannya meliliti bumi kita

Mei 1997

PENGKHIANATAN 4

Perih ini, ibarat ibu kehilangan anak
dari dekapnya. Lalu dari matanya
bertitik air menetes membawa darah
kepiluan. Setelah itu hati cuma gersang

01 Maret 1999

PENGKHIANATAN 5

Perih ini adalah bangsa yang korbankan
pahlawannya. Dan nyala bara perjuangan
rontokkan kemunafikan. Air mata mengalir
dari segenap negeri. Namun mereka tak akan
kembali

02 Maret 1999

PENGKHIANATAN 6

Perih ini duka perawan, Sayang
ketika penantian hanya berbuah angin
yang menoreh luka. Kini petang menjelang
dan harapan kembali hampa

03 Maret 1999

2 comments on “PUISI INDONESIAKU 2

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: